Home & HouseTips

Mengenal Jenis Tanah dan Sifat Sifat Tanah Terlengkap

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh – Setiap jenis tanah memiliki ukuran partikel, tekstur, permeabilitas, porositas dan bulk density yang berbeda-beda. Tanah yg bagus tidak hanya ditentukan oleh kandungan mineralnya saja namun ditentukan oleh sifat sifat tanah yang ada di dalamnya. Secara umum sifat tanah dibedakan menjadi dua yaitu sifat fisik dan teknis.

Sifat Tanah
Sumber Gambar Instagram @galerisipil

Sebelum melakukan penyelidikan tanah, kita wajib tahu apa itu sifat sifat tanah?Yuk simak penjelasan mimin pada postingan ini.

Baca Juga : Penyebab Likuifaksi

Sifat Sifat Tanah

Secara garis besar, sifat tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisik (index properties) dan sifat teknis (engineering properties). Pengujian sifat fisik tanah dimaksudkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh dan rinci mengenai sifat fisiknya.

Baca Juga :  Penyebab, Bentuk dan Jenis Erosi

1. Sifat Fisik Tanah

Sifat Tanah
Sumber Gambar Instagram @galerisipil
  • Kadar Air (w). Perbandingan antara berat air dengan berat butiran tanah. Sangat berpengaruh pada sifat teknis tanah,
  • Berat volume dan berat isi spesifik, Berat tanah persatuan volume. Dapat dinyatakan dalam bentuk berat isi (y), berat isi kering (yd), berat isi jenuh air (ysat), dan berat spesifik butiran atau berat jenis padat (Gs).
  • Angat pori. Perbandingan volume rongga dan volume butiran.
  • Porositas. Presentase volume pori terhadap volume total.
  • Derajat kejenuhan. Perbandingan volume air dan volume rongga.

Baca Juga : Komponen Struktur Jembatan

2. Sifat Teknis Tanah

Sifat Tanah
Sumber Gambar Instagram @galerisipil
  • Kepadatan. Pemadatan merupakan proses untuk meperkecil jarak antara butiran. Tujuannya yaitu memperkecil angka pori tanah, meningkatkan kuat geser, dan meningkatkan sifat kedap air.
  • Kuat geser tanah (tf). Gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir butir taah terhadap desakan atau tarikan.
  • Permeabilitas. Kemampuan taah untuk meloloskan air.
  • Konsolidasi. Proses berkurangnya volume atau rongga pori dari tanah jenuh berpermeabilitas rendah akibat pembebanan.

3. Jenis Tanah Berdasarkan Daerah dan Lingkungan

a. Tanah Kapur

Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.

Karakteristik Tanah Kapur

Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.

Persebaran Tanah Kapur

Tanah kapur tersebar di daerah yang kering seperti di gunung kidul Yogyakarta, dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur.

b. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.

Karakteristik Tanah Litosol

Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.

Persebaran Tanah Litosol

Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.

c. Tanah Latosol

Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.

Karakteristik Tanah Latosol

Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.

Persebaran Tanah Latosol

Persebaran tanah latosol di daerah Sulawesi, lampung, Kalimantan timur dan barat, Bali dan Papua.

d. Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.

Karakteristik Tanah Laterit

Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.

Persebaran Tanah Laterit

Persebarannya sendiri di Indonesia meliputi Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

e. Tanah Inceptisol

Inceptol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.

Karakteristik Tanah Inceptisol

Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.

Persebaran Tanah Inceptisol

Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera, Kalimantan dan papua.

f. Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.

Karakteristik Tanah Humus

Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.

Persebaran Tanah Humus

Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.

g. Tanah Grumusol

Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.

Karakteristik Tanah Grumusol

Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.

Persebaran Tanah Grumusol

Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya yang kering maka akan bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti kayu jati.

i. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.

Karakteristik Tanah Entisol

Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.

Persebaran Tanah Entisol

Persebaran tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.

j. Tanah Andosol

Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman.

Karakteristik Tanah Andosol

Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

Persebaran Tanah Andosol

Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah cincin api banyak terdapat tanah andosol seperti di daerah jawa, bali, sumatera dan nusa tenggara.

k. Tanah Aluvial

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.

Karakteristik Tanah Aluvial

Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.

Persebaran Tanah Aluvial

Tanah ini banyak tersebar di Indonesia dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua dan jawa.

Baca Juga :  Jenis Jembatan dan Konstruksi Jembatan 

So anda sekarang lebih paham tentang Jenis Tanah dan Sifat Sifat Tanah kan? seorang teknik sipil harus paham dan memahami secara betul tentang sifat tanah sebelum melakukan pembangunan ataupun penyelidikan tanah, dikarenakan menentukan bentuk pondasi yang harus digunakan saat melakukan perencaan suatu pembangunan. Sehingga, dalam perencanaan pembangunan penggunaan jenis pondasi sudah sesuai dengan kontur tanah sekitar lokasi.  Semoga artikel yang ihategreenjello bagikan ini bermanfaat untuk kalian semua ya. terimakasih. Wa ‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button