Kumpulan Kata-Kata

Kata Kata Bijak Mutiara Soe Hok Gie Paling Inspiratif

Kata Kata Bijak Mutiara Soe Hok Gie Paling Inspiratif – Seperti kita ketahui di berbagai belahan dunia, kita sering melihat beberapa tokoh terkenal yang selalu menjadi inspirasi bagi kaum milenial seperti saat ini. Keinginan mereka untuk sukses sangatlah besar. Terlebih lagi, saat ini banyk dari mereka mengartikan kata sukses tersebut bermacam-macam dan beragam.

Sumber Instagram @yanti_d_

Tidak hanya di dunia saja. Indonesia sendiri sebenarnya juga mempunyai tokoh sukses. Hanya saja namanya tidak setenar, Bill Gates, Setev Jobs, atau para inspiratory kelas dunia yang sudah melanglang buana. Tetapi, namanya bergitu harum di dengar sebut saja Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.

Baca Juga : 123 Kata Kata Mutiara dan Motivasi Pendaki Gunung

Beliau adalah tokoh yang paling menginspirasi melalui kata-katanya yang paling terkenal yaitu, “Beri aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia.” Selain Presiden Pertama Republik Indonesa Ir. Soekarno. Masih ada lagi tokoh yang juga bisa kita jadikan inspirasi beliau bernama Soe Hok Gie.

Mengenal Soe Hok Gie

Pernah ada yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu sebelum kita mengetahui lebih dalam kata inspirasi apa yang bisa kita ambil dari sosok beliau. Mari kita berkenalan terlebih dsahulu lebih dalam siapa sebenarnya soe Hok Gie itu.

Belaiu adalaha aktivis yang berasal dari tionghoa. Satu diantara para pemuda bangsa yang menentang keras kediktatoran yang dilakukan oleh presiden soekarno dan presiden soeharto selama mereka memimpin.

Mahasiswa Universitas Indonesia fakultas Sejarah ini lahir pada tanggal 17 Desember 1942 dan meninggal pada tahun 16 Desember 1969 pada waktu perjalanan pendakian Gunung Semeru. Beraga katolik Roma. Ayahnya bernama, Soe Lie Piet adalah seorang Sastrawan. Anak keempat dari lima bersaudara.

Selama menjadi seorang mahasiswa soe hok gie adalah seorang pembangkang yang sering menyuarakan suaranya kepada presiden soekarno dan juga PKI. Suaranya biasanya ia suarakan melalui artikel-artikel yang dimuat di beberapa Koran-koran ternama seperti kompas, sinar harapan, Indonesia raya.

Baca Juga : 113 Kata Kata Romantis Pendaki Gunung & Pecinta Alam

Selain itu, belaiu juga seorang pendiri mapala UI. Kecintaannya akan alam membuat ia menyukai pendakian gunung. Hingga, akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya di Gunung Semeru karena, menghirup gas beracun. Beliau dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti Jakarta.

Kata Kata Bijak Mutiara Soe Hok Gie

Baiklah kita sudah mengenal secara mendalam siapa beliau Soe Hok Gie. Saatnya, kita simak bersama kata inspirasi apa yang bisa kita nikmati dan mungkin kita resapi bersama. Karena, siapa pun tokohnya yang penting adalah ilmu yang ia berikan kepada kita.

“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam sebuah kehidupan. Sebuah perasaan untuk mencintai, memiliki hati yang iba kepada sesama, merasakan bagaimana kedukaan itu hadir, Tanpa apa yang kita rasakan tersebut kita tidak lebih dari sebuah benda semata. Berbahagilah mereka yang mempunyai rasa cinta itu, hingga mereka tidak kehilangan benda yang sangat berharga dan memiliki nilai yang sangat tinggi. Bila kita telah kehilangan itu semua maka untuk apa guna hidup di dunia ini.”

 

“Saya memang tak pernah ingin menjadi pohon bambu yang hanya bisa berdiam diri saja, saya hanya ingin menjadi pohon oak yang berani menentang sesuatQu apa pun.”

 

“Apakah kalian mendengar seorang pejabat memukul seorang petani waktu tempo hari? Seharusnya kita merasa kasihan kepada pejabat tersebut. Karena, sesungguhnya ia adalah seorang penakut yang berlindung dari kekuasaannya. Coba saja dia seorang warga sipil biasa. Belum tentu dia berani. Seorang pengecut adalah mereka yang hanya berani karena mereka mempunyai senjata atau kekuasaan untuk melakukan apa yang mereka mau.”

 

“Seorang mahasiswa pasti akan mengenang masa dimana dia akan turun ke jalan, dan bersuara lantang akan demokrasi pemerintahan. Sebenarnya, mereka adalah jembatan dari suara rakyat yang berani melantangkan kebenaran walau terkadang mengandung hasutan. Tetapi, apa yang mereka bela adalah sebuah kejujuran dan keadilan yang menurut mereka dan paham mereka benar.”

 

“Manusia di bentuk oleh ambisi mengenai masa depan. Di bentuk melalui kenyataan-kenyataan serta sebuah pengalaman masa lampau. Entah itu baik atau entah pula buruk. Tidak salah bila banyak yang berkata bahwa pengalaman pribadi adalah guru yang paling baik. Karena, dari pengalaman akan merubah pola pikir dan warna dalam kehidupan sehari-hari.”

 

“Ayo kita rayakan demokrasi dengan memotong lidah orang-orang yang menyatakan diri pada kebenaran dan terus berteriak lantang akan kesalahan pemerintah. Walau apa yang mereka sampaikan benar sesuai dengan data yang ada.”

 

“Kemerdekaan di masa lampau adalah sebuah impian besar yang menjadi kenyataan. Sebuah pembuktian bangsa yang mampu memukul mundur para penjajah dengan kekuatan seadanya. Tetapi, kemerdekaan juga menjadi sebuah gedung yang kosong. Kita berkewajiban untuk mengisi gedung yang kosong tersebut menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dan indah untuk dipandang..”

 

“Terkadang kita itu adalah seorang penjahat yang diam-diam menjelma sebagai orang baik dan polos. Untuk itu saya akan berjuang dengan suara lantang. Karena, diam saat melihat kesalahan adalah sebuah kejahatan besar yang tidak boleh dilakukan bagi para pemuda.”

 

“Ada beberapa prinsip yang mungkin tidak bisa digoyahkan. Prinsip hidup yang berdasarkan pada asas kenyataan dan juga kebenaran. Saya memilih diasingkan karena prinsip yang saya jalani daripada saya harus hidup dalam lingkarang kebohongan serta kemunafikan.”

 

“Seorang pahlawan adalah mereka yang mengundurkan diri secara teratur untuk dilupakan. Seperti halnya kita yang melupakan mati untuk sebuah revolusi.”

 

“Dunia ini memang lucu, banyak yang terbalik dan tidak benar menjadi sebuah kebenaran. Hijau tapi sangat lucu dan bisa ditertawakan. Dunia ini mulai kotor tetapi, juga tampak indah  mungkin, karenanya saya telah jatuh cinta.”

 

“Sudah habis seluruh air mata saya hanya untuk menangisi sebuah kesedihan. Karena sepanjang waktu yang saya habiskan untuk hidup ini adalah sebuah kesedihan tanpa ujung. Mungkin, air mata ini akan keluar kembali saat saya sedang marah besar.”

 

“Ada yang mengatakan kebenaran di dunia ini adalah semu atau hanya khayalan semata. Di dunia ini penuh kepalsuan. Tidak hanya kita atau mereka saja. tetapi, semua penuh dengan cermin yang mengibaratkan kebalikan. Kebenaran yang sebenarnya hanya ada di langit. Maka, carilah disana.”

 

“Hidup ini selalu ada dua pilihan yang sulit untuk ditentukan. Apakah menjadi apatis atau mengikuti arus yang ada. Sayangnya aku lebih memilih menjadi manusia mereka.”

 

“Guru adalah manusia biasa bila dia tidak tahan oleh sebuah kritikan dia bisa langsung masuk dalam tong sampah. Guru bukanlah seorang dewa yang selalu merasa bahwa dirinya benar. Tetapi, murid juga bukanlah kerbau yang selamanya selalu bodoh begitu saja.”

 

“Hidup ini adalah soal keberanian dalam diri bukan soal ketakutan yang kadang datang menghampiri. Tanpa kita  mengerti tanpa pernah bisa kita menawar satu sama lain. Oleh karena itu, kau tidak perlu apa-apa, yang harus kau lakukan hanyalah menerima semua ini kemudian, menghadapinya dengan sebaik mungkin.”

 

“Seluas apa dunia ini? Jawabannya sangat singkat, dunia ini hanya seluas langkah kaki. Oleh karena itu, jangan pernah tajut untuk melangkah, jangan pernah takut untuk memulai semuanya sejak awal dan sejak sekarang. Hanya dengan mengerti kehidupan ini dan memahami semuanya kita bisa menghadapi dunia dengan baik.”

 

“Bagiku ada yang lebih berharga dan lebih berarti melebihi harta yang melimpah. Karena kehidupan ini sebenarnya hanya saling mencintai, mendapatkan iba dan dapat merasakan bagaimana rasanya berduka. Semua ini lebih baik daripada kau harus mengejar harta yang tidak lebih dari sebuah waktu yang disia-siakan.”

 

“Saya pernah bermimpi. Dunia ini penuh dengan kekacauan yang aku sendiri pun takut untuk melihatnya. Banyak yang saling membunuh. Bahkan, teman atau lawan pun aku tidak tahu. Mereka seakan dilingkari sebuah kebencian semata. Sudahlah stop semua pembunuhan ini! semua adalah sama di mata Tuhan ingatlah bahwa kita adalah satu saudara yang hendaknya tidak saling membunuh. Tetapi, harus saling menyayangi. Saudara tidak akan pernah menimbulkan dendam melainkan, menimbulkan rasa sayang yang tidak akan pernah ada habisnya.”

 

“Bagaimana pun diri anda, usaha itu harus tetap ada dalam hidupmu. Usaha penghapusan adalah sevuah lelucon yang akan merugikan semua orang, terhadap semua pengkhiantan yang akan terus terjadi dan tidak akan pernah berhenti sampai kapan pun.”

 

“Saya belajar dari kelompok nazi yang rela mati demi sebuah kebenaran. Dalam hati mereka pemerintah adalah kekuasaan yang tidak akan pernah adil walau sebenarnya mereka selalu berbicara adil. Tetapi, bukan itu yang ku mau tekankan. Melainkan, arti dari sebuah perjuangan dan kejujuran dalam kehidupan yang sering diajarkan oleh guru di sekolah dan bapak ibu di rumah itu lebih penting dari sekedar sebuah kebaikan yang berbalur kebohongan.”

 

“Kita ini adalah makhluk sosial apalagi mereka para mahasiswa yang berkobar dengan api pemuda yang masih meletup tinggi. Berfikirlah dan menciptakan hal yang baru. Bukan menciptakan sesuatu yang buruk. Apabila, keadaan yang telah mendesak dari fungsi sosialnya.”

 

“Saya tak tahu mengapa malam ini saya merasa sedikit berbeda dengan hari biasanya, dimana saya melihat lalu lintas Jakarta seakan lebih berwarna dari biasanya. Semuanya tampak mesar tetapi, tampak juga kosong. Saya ingin menjadi seseorang yang penuh dengan kasih sayang dengan manusia, anjing-anjing, dan semuanya yang ada di sekelilingku.”

 

“Banyak orang yang mengaku peduli padahal mereka sedang bersenang-senang dengan keluarga mereka dan menikmati makanan yang nikmatnya minta ampun. Sedangkan, saat saya berada di luar saya menemukan orang-orang yang sedang memakan kulit-kulit buah yang mungkin sudah busuk. Kalau saya akan ikut dengan mereka dan membantu sebisanya. Kalau anda?”

 

“Terkadang aku merasa sanksi dengan adanya nasib dan takdir yang sering digaungkan orang. Setelah aku mendengar dan merasakan, aku pun berpendapat bahwa kita adalah pion untuk diri kita sendiri. Kita adalah arsitek yang akan membangun dan mendesaign sebuah bangunan impian yang coba kita bangun. Sayangnya, kita terlalu asing dengan diri kita sendiiri, dengan apa yang akan kita buat kemudian, pergi dan melupakannya.”

 

“Jepang adalah tanah dari negeri ini. Semenetara negeri Barat adalah benih dari negara ini. Benih d tanam dan tumbuhah pohon barat yang menjulang tinggi. Hanya saja, sifat mereka tetaplah sifat jepang. Apakah Indonesia ini sekuat jepang? Tidak ada yang tahu akan jawaban itu, bahkan setan pun juga tidak akan pernah tahu akan hal tersebut.”

 

“Sampai saat ini aku masih belum bisa mencerna sebuah pemikiran yang masih menganggap wajar orang-orang walau ia tidak berbuat apa-apa.  Seseorang mau berkorban untuk sebuah pemikiran yang besar tetapi, apakah ia mampu berkorban untuk tidak berbuat apa-apa.”

 

“Bagaimana pun dan seperti apa pun namanya kebenaran adalah sesuatu yang harus tetap ditegakkan. Karena, sepahit apa pun kenyataannya kebenaran itu lebih indah daripada kemunafikan. Oleh karena itu, jangan pernah merasa malu dengan kebenaran walau memang itu adalah sebuah pil pahit yang harus ditelan.”

 

“Bila anda berdiri di depan cermin maka bertanyalah kepada diri anda sendiri. Siapakah diri anda? Kalau saya adalah seorang intelektual yang tidak berpacu pada sebuah kekuasaan lebih melihat semua sisi dari kebenaran bukan dari kaca mata pribadi yang bercampur dengan ego-ego. Saya bersedia menghadapi apa pun dan bersedai terasingkan dari kenyataan, karena semua itu tidak lebih besar dari kebenaran.”

 

“Saya punya mimpi yang cukup besar bukan untuk diri saya sendiri melainkan, untuk para mahasiswa dimana, saya ingin menjadikan mahasiswa ini berkembang menjadi manusia yang biasa saja. menjadi seorang pemuda dan pemudi yang bertingkah layaknya manusia biasa. Seseorang yang akan mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.”

 

“Menurutku nasib terbaik adalah mereka yang dilahirkan tetapi mati kemudian, atau mereka yang tidak memiliki umur panjang sehingga, mati di waktu muda. Bagi mereka yang ternyata mendapat umur lebih panjang dan matu di usia tua maka, mereka termasuk dari golongan yang kurang beruntung.”

 

“Terkadang kepentinga politis membuat semua yang seharusnya benar hanya menjadi sebuah isapan benar semata. Saya ingin mereka mencoba untuk melihat sebuah realitas kebenaran itu dan berani menyatakan yang salah dengan kata lantang salah dan benar dengan kata yang benar.  Lalu, mereka juga tidak menerapkan kebenaran di atas dasar agama, ormas, serta golongan apa pun.”

 

“Berbicara mengenai sejarah maka kita akan berbicara mengenai sebuah pemerasan. Apakah di dunia ini bila tanpa pemerasan maka dunia tidak akan ada? Apakah tanpa penglhianatan itu sejarah tidak akan pernah lahir?”

 

“Terkadang aku merasa malu melihat mahasiswa yang sok berkuasa. Merintih kalau ia terus ditekan tetapi, selalau menindas kalau dia sedang berada dalam kekuasaan tertingginya. Mementingkan kepentingan golongan mereka. Kasihan adik-adik baru yang baru saja datang dan menjadi koban dari kepentingan kekuasaan mereka.”

 

“Dia mencoba untuk kompromi dengan situasi yang baru lupakan sebuah idealism itu, ikutilah sebuah arus, bergabunglah pada dunia politik, belajarlah memfitnah serta menjilat. Karir di dalam hidupmu pasti akan menanjak dengan cepat seperti sebuah roller coaster. Bila itu tak merasa nyaman dan kau ingin bekerja lebih aman lagi maka kau harus masuk dalam sebuah perusahaan yang akan memberimu rumah kecil, jaminan, mobil, dan anda akan belajar untuk selalu patuh pada atasan yang membuat hidup anda tersiksa. Lalu, carilah istri-istri yang cantik dan kemudian, hidupmu akan selesei.”

 

“Dunia itu kecil, siapa bilang dunia itu besar. Hanya satu langkah kaki saja, kalau kau tak percaya kau bisa mecobanya. Jangan pernah takut untuk melangkah. Hanya dengan satu langkah yang pasti kita bisa merasakan dan menyatu dengan semua ini, semua yang memang terlihat indah namun sebenarnya hanyalah fana semata.”

 

“Jika kalian bertanya kepada kami, maka akan kami jawab apa yang menjadi tujuan kami. Selalu kami katakana dengan tegas bahwa kami ini bukanlah orang-orang yang percaya dengan slogan-slogan. Seseorang yang hanya dapat mencintai sesuatu apabila, mereka mengenal objeknya. Seperti halnya saat kau mencintai tanah air ini, kau harus mengenalnya terlebih dahulu, mencintai pula rakyatnya, pertumbuhan jiwa yang sehat dari para pemudanya, itulah pertumbuhan yang baik untuk negara ini. Maka dari itu, kami naik gunung yang menyajikan kesegaran dan kesejukan abadi.”

 

“Diantara ransel-ransel yang aku kenakan ini. ransel yang kosong dan juga api unggun yang membara menghadirkan kehangatan diantara kedinginan yang luar biasa. Aku terima semua yang melampaui batas-batas hutan dan juga melampaui jurang-jurang yang ada.”

 

“Semakin redup idealism dann juga heroism yang ada dalam diri seorag pemuda. Maka, sering terjadi pula korupsi di dunia.”

 

“Ada banyak orang yang saat ini banyk berbicara mengenai manfaat dan sebuah perjuangan. Tetapi, tidak untukku yang akan berbicara mengenai cinta dan juga kasih sayang yang begitu indah kepadamu.”

 

“Apakah kau akan terus mengatakan sesuatu?  Aku masih mendengar dengan baik bagaimana detak jantungmu berdetak dengan sangat kencang. Dilihat dari pembicaraan yang kita lakukan berjam-jam, aku merasa bahwa kita ini berbeda dalam semua hal. Kecuali, soal mengenal cinta.”

 

“Aku akan menerima dengan sepenuh hati dirimu dalam keberadaanmu seperti halnya kau yang akan menerima aku dengan sepenuh hatimu.”

 

“Di dunia ini kita sebenarnya tidak pernah menanamkan apa pun dan sebaliknya pula, kita juga tidak akan pernah mendapatkan apa pun.”

 

“Makhluk kecil kau kembalilah dalam ketiadaan. Karena dari tiada dan tiada itu kau akan menerima sebuah kebahagiaan yang tidak akan pernah terkira.”

 

“Wahai manisku, aku akan terus berjalan membawa sebuah kenangan serta sebuah harapan hidup bersama menjadi satu kesatuan yang begitu biru.”

 

“Aku kenal benar siapa mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan kediktatoran, dan tanpa uang dengan sekuat tenaga membasmi korupsi di muka bumi.”

 

“Aku tidak bisa mencintai apa pun kecuali aku mencinta akan keberanian dalam kehidupanku sendiri.”

 

“Apakah kau masih membelaiku dengan penuh kemesraan seperti halnya dahulu ketika aku mendekap erat engkau, mendekap lebih mesar dari biasanya, dan merasa lebih dekat lagi,”

 

“Kawan-kawan, aku akan memberikanmu cinta yang selalu kau inginkan. Cnta yang mungkin tidak akan pernah kalian dapatkan selama ini. Tetapi, setelah cinta itu kau dapatkan apakah kau mau untuk menuruti sebuah permintaanku. Satu saja, apakah kalian mau berjabat tangan selalu dalam kehidupan ini?

 

“Bagi para pemuda umum, sebuah revolusioner adalah sebuah tantangan bagi anda untuk mencari hal-hal yang baru.”

 

“Bila kita berdua berbicara tentang cinta maka kita akan berbicara mengenai sebuah kebisuan hati karena, cintaku dan cintamu adalah kebisuan semseta saja.”

Akhirnya, usai sudah perjumpaan Ihategreenjello tentang kata kata bijak mutiara soe hok gie dan mengenal tokoh bangsa yang begitu menginspirasi. Seorang mahasiswa etnis tionghoa bernama Soe Hok Gie memang patut di kenang, semangatnya patut untuk di teladani bersama sebagai kekuatan dan sebagai inspirasi untuk menghadapi hidup yang semakin hari semakin keras saja.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button